"Nagari Se-Kecamatan Palupuh Perkokoh Persatuan, Koto Rantang Jadi Tuan Rumah Silaturahmi Bersejarah. "

"Nagari Se-Kecamatan Palupuh Perkokoh Persatuan, Koto Rantang Jadi Tuan Rumah Silaturahmi Bersejarah. "

09 September 2025 10:51
187 kali dibaca
Koto Rantang, Agam — Silaturahmi Nagari se-Kecamatan Palupuh yang digelar di Nagari Koto Rantang berlangsung sukses, hangat, dan penuh makna. Acara ini dihadiri lebih dari seratus peserta yang terdiri dari wali nagari se-Kecamatan Palupuh, camat, ketua Bamus, ketua KAN, perangkat nagari, serta pendamping desa (PDTI).

‎Kegiatan diawali dengan pembukaan dan ceramah agama bertema “Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kebersamaan dan Pembangunan Nagari” oleh Ustaz B. Tk. Rajo Batuah di Kantor Wali Nagari Koto Rantang. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wali Nagari Koto Rantang, perwakilan wali nagari Pasia Laweh Dr. Zul Arfin, S.Sos., M.M., C.Pcm., N.Lp., serta Camat Palupuh, Nong Rianto, S.Sos., Dt. Maruhun.

‎Usai acara formal, para peserta menikmati makan siang dengan konsep Nasi Tungkuih Daun, yang sejalan dengan gerakan Nagari Iklim di Koto Rantang. Kemudian, rombongan melaksanakan salat berjamaah di Masjid Taqwa, Jorong Batang Palupuh, sebelum melanjutkan kunjungan ke Kampung Berseri Astra, Coffee Luwak Rafflesia, serta Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang dan Stasiun Bumi & Observasi Atmosfer Agam.

‎Di stasiun pemantau tersebut, rombongan disambut langsung oleh Kepala BMKG GAW Bukit Kototabang dan Koordinator KSL Agam, sekaligus menerima paparan mengenai fungsi strategis pemantauan atmosfer di kawasan ekuatorial. Peserta juga berkesempatan mencicipi kopi luwak khas Batang Palupuh serta mencoba produk ramah lingkungan berupa eco-enzyme hasil olahan Kelompok Saung (Sadar Lingkungan).

‎Nagari Koto Rantang semakin meneguhkan perannya sebagai kawasan dengan nilai konservasi tinggi, khususnya karena menjadi habitat bunga langka Rafflesia arnoldii. Keberadaan flora ikonik ini telah menempatkan Batang Palupuh sebagai daerah tujuan penting dalam agenda konservasi dan wisata alam.

‎> “Saya berharap Palupuh ke depan, dengan semangat kolaboratif dan kekompakan seluruh tokoh, akan memberi dampak besar pada kemajuan bersama. Semangat Proklim yang kami gaungkan dilatari oleh status kawasan strategis dan nilai konservasi — apalagi Koto Rantang memiliki situs konservasi Rafflesia yang langka. Kita harus memastikan pembangunan selaras dengan pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Novri Agus Parta Wijaya, S.Pd., M.Pd., Wali Nagari Koto Rantang.

‎Silaturahmi ini tidak hanya menjadi forum mempererat hubungan antar-nagari, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antara pembangunan ekonomi berbasis lokal — seperti agrowisata dan UMKM ramah lingkungan — dengan upaya konservasi dan pemanfaatan ilmu pengetahuan.